PANTUN JENAKA
Oh bulan kemana bintang
Atas pucuk kayu ara
Oh tuan kemana hilang
Dalam bilik anak dara
Atas pucuk kayu ara
Lebat daunnya pokoknya rindang
Hilang kedalam bilik nak dara
Cuma meminta rokok sebatang
Ambil segulung rotan saga
Sudah diambil mari diurut
Duduk termenung harimau tua
Melihat kambing mencabut janggut
Sudah diambil mari diurut
Diurut dibawah pokok sena
Melihat kambing mencabut janggut
Gajah pula mengorek telinga
Ambilkan bilah pokok sena
Jadikan lata tempat berhandai
Andaikan gajah korek telinga
Giliran buaya hajat berinai
Jadikan lata tempat berhandai
Terbang sekawan burung belibis
Giliran buaya hajat berinai
Pipit pula membilang tasbih
Ambil sejimpit beras dan bertih
Ditabur penawar merubah nasib
Andaikan pipit membilang tasbih
Tafakur elang membaca ratib
Ditabur penawar merubah nasib
Nasib baik bukan sebarang
Tafakur elang membaca ratib
Melihat sitikus mengasah parang
Janda berhias merambah karang
Sirih kuning disangka serai
Melihat tikus mengasah parang
Datang kucing meminta damai
Sirih kuning disangka serai
Dijemur panas daunnya kering
Melihat kucing meminta damai
Ayam memasak pulut kuning
Elok sungguh bunga kantil
Tumbuh kearah kolam telaga
Elok sungguh berbini sungil
Walaupun marah tersenyum juga
Ingat aku dalam kebencian – oleh Novia Sari
Aku menghilang di balik kabut pekatBerjalan sampai tak terlihat lagi
Aku menutup semua pintu
Bahagia dalam sunyi
Aku menatap di balik jendela
melihat semua dengan jelas
ada kalian di sana, aku rindu
namun aku tetahan di sini
aku meninggalkan kalian semua
setengah dari nafas ku
aku perlahan menjauh dan menghilang
walau terluka
aku tahu ada kemarahan
kalian mencari sebuh jawab
yang tak akan kalian temukan
hanya aku yang tahu
tangis ku jatuh
bibir ku bergetar hebat
menahan perih kehilangan
walau tak ingin
aku selalu melihat kalian
ingin kembali
ingin bersama lagi
ingin ku besar namun aku tertahan
aku takut untuk kembali
takut tak lagi di terima
takut jika aku telah di hapus
seiring dengan masa
atau tempat ku terganti
maaf atas keputusan ku
maaf atas semuanya
melukai kalian tanpa penjelasan
berjalan lambat namun tak pernah kembali
karna luka juga menahan ku disini
dan kini hanya hati
menyimpan kalian di tempat terindah
tiada yang bisa gantikan
hanya untuk kalian ku persembahkan
jaga hatiku………walau tak akan kembali
jaga hatiku……..dan simpan selama nya
jangan pecahkan, hanya itu yang aku berikan
ingat saja aku…..sudah cukup bagiku
walau membenci
ingat aku dalam kebencin selamanya
Hadiah Terindah – oleh Cici Julianti
Tuhan…Kau Maha Adil
Kau Maha Penyayang
Dan Kau Maha Segalanya
Nikmatmu tak terbatas untukku
Cintamu begitu besar padaku
Kau memberikan segala yang ku mau
Terimakasih padamu oh.. Tuhanku
Kau telah mendatangkan seorang Sahabat untukku
Yang selalu menemani hari-hariku
Mengisi sepinya hatiku
Dan yang selalu ada dalam suka dan dukaku
Mereka yang selalu membuatku bahagia
Dengan tingkahnya aku selalu tertawa
Tak sungkan aku bercerita
Karena mereka adalah pendengar yang setia
Belajar, bermain, dan bercanda
Itu sudah menjadi kebiasaan kita
Tak dapat ku lupakan semua
Kenangan-kenangan bersama mereka
Kau telah memberikan sesuatu yang berharga
Aku tak membutuhkan harta
Yang aku butuhkan hanya cinta
Dari mereka…
Kenyataan yang ada
Harta yang paling berharga
Bukanlah Intan, Emas, ataupun Permata
Tetapi Sahabat setia sejati selamanya
Sahabat adalah hadiah terindah dalam hidupku
Hadiah yang Tuhan berikan padaku
Aku begitu mencintaimu
Begitu juga pada sahabat-sahabatku






0 komentar:
Posting Komentar